Thursday, August 27, 2009
GBI Nglegok - Blitar : BETERNAK KAMBING ETAWA (BE)
BETERNAK KAMBING ETAWA
Sejarah Kambing peranakan Etawa (P.E) yang berada di desa Donorejo,Kec Kaligesing,Kab Purworejo
merupakan kambing keturunan Etawa asal negara India yang dibawa oleh penjajah Belanda.
Kambing tersebut kemudian di kawin silangkan dengan kambing lokal di Kaligesing. hingga saat ini kambing Peranakan Etawa dikenal sebagai ras kambing Peranakan Etawa asli Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.
Pada saat ini Kambing Peranakan Etawa ini terus dikembangbiakkan. Kambing Peranakan Etawa diminati oleh banyak orang terutama di sekitar Jawa Tengah sehingga kambing ini menyebar pesat ke berbagai wilayah
di Kabupaten Purworejo bahkan hingga ke luar Purworejo seperti ke Kulon Progo, Kendal, Sidoarjo-Jatim,bahkan saat ini telah memasuki pasar dunia termasuk ke Malaysia.
Kambing Peranakan Etawa ini memiliki ciri khas pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang-mengglambir, postur tubuh tinggi (gumla) antara 90-110 cm, bertanduk pendek dan ramping.
Kambing jenis ini mudah berkembang dengan baik di daerah berhawa dingin, seperti daerah sekitar pegunungan atau dataran tinggi .
Kambing jenis ini memiliki badan besar warna bulu beragam, belang putih, merah coklat, bercal, bercak hitam atau kombinasi ketiganya dan pada bagian belakang terdapat bulu yang lebat dan panjang.
Panggemar kambing Peranakan Etawa umumnya sangat menyukai keindahan bulu dan bentuk mukanya.
Karena itu sangat jarang jenis kambing ini dijadikan kambing semblihan (potong) untuk dimakan, mereka lebih memfungsikannya sebagai "klangenan atau piaraan" untuk koleksi.atau Prestige Bahkan konon jaman dulu, bagi yang memiliki kambing Etawa akan terlihat "selera" dan "siapa" orang itu di mata masyarakat.
Saat ini pengembangan terpadu kambing Etawa ditawarkan kepada investor oleh Pemerintah Daerah. Diharapkan tawaran ini mendapat respon positif mengingat potensi pasarnya yang masih belum tergarap optimal.
PERENCANAAN
Hampir setiap usaha peternakan haruslah berorientasi pada
keuntungan agar usaha tersebut bisa berkesinambungan dan tidak terhenti
ditengah jalan.untuk itu kita perlu perencanaan yang sangat matang dengan mempertimbangkan
beberapa aspek yang wajib kita perhatikan dalam usaha peternakan kambing etawa.
Ada empat tahapan kegiatan yang harus dilakukan oleh peternak untuk membuat
usaha peternakan.
a. Persiapan
kegiatan persiapan meliputi penentuan lokasi dan pengurusan
perijinan terutama jika skala usaha usaha relative besar. Lokasi memegang
peranan besar, karena seluruh usaha kegiatan peternakan dipusatkan disini.
Kondisi iklim, seperti suhu lingkungan, curah hujan, arah mata angina, dan
kelembaban, yang menunjang usaha peternakan kambing harus diperhatikan agar
hasil yang diperoleh dapat maksimal. Selain itu, kondisi keamanan lingkungan
serta daya dukung lingkungan terhadap usaha peternakan kambing, misalnya
ketersediaan tenaga kerja (SDM) maupun bibit kandang, perlu diperhatikan secara
matang.
Perijinan dibutuhkan jika usaha yang akan dibangun bersekala
besar. Untuk usaha yang bersekala kecil, agar tidak menimbulkan persoalan
dikemudian hari, sebaiknya meminta ijin dari warga sekitar yang berada di
sekitar kandang ternak. Sebuah survey untuk mengetahui daya serap pasar juga
peru dilakukan agar hasil produksi bisa terjual.rlu juga diperhatikan banyaknya
pesaing dengan jenis usaha yang sama, karena jika hasil usaha yang tinggi dan
daya serap pasar rendah, maka harga produk bisa menurun tajam.
b. pelaksanaan
Pada intinya tahap pelaksanaan merupakan tahapan konstruksi,
yaitu melakukan pembangunan kandang, menyiapkan lahan untuk ditanami hijauan
pakan ternak, serta mempersiapkan berbagai peralatan kandang. Pembangnan
kandang beserta persiapan infrastruktirnya harus disesuaikan dengan jumlah
kambing yang akan dipelihara degan tetap mempertimbangkan kemungkinan
perkembangan usaha. Tujuannya adalah untuk efisiensi penggunaan modal.
Hijauan merupakan unsure pentng yang harus disiapkan karena
kebutuhan kambing akan hijauan tidak bisa di tunda. Sebelum usaha peternakan di
mulai, sebaiknya sudah dilakukan penanaman taneman hijauan, sehinggan
ketersediaannya akan terjamin. Perlu pula diketahui sumber-sumber bahan pakan
local untuk digunakan ssebagai bahan baku pembuatan kosentrat. Hal ini
dilakukan untuk menekan biaya.
c. tahap produksi
Setelah tahapan konstruksi, tahapan produksi sudah bisa
dilaksanakan, yaitu dengan melakukan pembelian kambing, pengeloalaan taneman
hijauan, penggeloaan produksi hingga pasca panen, dan penjualan produk.
d. evaluasi
Sebuah perencanaan usaha yang baik harus mencakup sebuah
target yang akan dicapai dari usaha tersebut. Tujuanya adalah untuk mempermudah
peternak dalam evaluasi, sampai sejauh mana target yang direncanakan sudah
tercapai, mencari berbagai penyebab jika target tidak tercapai, serta melakukan
perbaikan agar target bisa tercapai dan ditingkatkan. Target bisa dibuat dalam
jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (2-5 tahun), dan jangka panjang (di
atas 5 tahun). Target biasanya dibuat dengan parameter ekonomi yang dituangkan
dalam sebuah analisis usaha.
TIPS MEMBELI
KAMBING ETAWA
Sudah barang tentu kita sebagai peternak akan menyiapkan
calon indukan yang bagus dan berkualitas. Tentu saja memiliki harapan
agar anak kambing yang akan di hasilkan, nantinya akan sesuai dengan keinginan
kita. Walaupun nantinya terpaksa tidak sesuai, mungkin hanya sekedar pola
warna kambingnya saja.
Dari sekumpulan pengalaman saya dan para peternak lingkungan
saya, biasanya mengacu beberapa factor yang dapat dijadikan sebagai pedoman
agar kambing yang akan kita beli nantinya dapat menjadi sebagai indukan
yang bagus.
Factor kambing pejantan memang memiliki peranan dominan di
dalam usaha pengembangbiakan kambing etawa.
Pejantan Kambing Etawa umumnya memiliki gen yang sangat
dominan pada anak turunnya, bahkan sampai 60-70%. Selebihnya biasanya mengikuti
gen dari induk betina pada kambing.
Hal-hal dasar yang perlu kita cermati antara lain;
1.Pola Warna Kambing Etawa
Kambing Etawa biasanya memiliki pola warna yang bermacam
macam seperti Putih,Hitam Coklat, sedang kebanyakannya memiliki warna paduan
antara putih hitam atau Coklat putih ,sedang Trend pola warna paling banyak di
gemari saat ini adalah pola dasar badan putih dengan pola warna kepala
hitam legam
2.Pola telinga dan kepala yang bagus
Pola telinga yang bagus adalah telinga yang menjulai ke
bawah, lemas dan panjang. Semakin panjang telinga kambing, berarti semakin
bagus kambing tersebut.
Jenis telinga yang bagus biasanya tidak memiliki pangkal
telinga yang menonjol ke luar, jadi dari samping kepala kambing langsung ke
bawah. Sedangkan Panjang minimal telinga kambing etawa biasanya sekitar 30 cm.
Untuk criteria pola kepala yang bagus, adalah kepala
yang agak jenong mendekati bentuk lingkaran jika dari samping serta
memiliki rahang mulut yang kuat .
3.Pola Tubuh
Kambing harusnya memiliki tulang-tulang yang kokoh dan besar.
Semakin besar tulang pada kambing berarti semakin besar kemungkinan kambing
tersebut untuk dapat tumbuh menjadi kambing yang besar.
Beberapa cara tersebut hanyalah merupakan cara yang mudah
untuk memperkecil resiko jika kita membeli kambing di pasar kambing etawa,
Membeli kambing di pasar juga memiliki banyak kelebihannya,
selain banyak kambing sebagai pembanding, harga yang berlaku di pasar biasanya
tidak setinggi harga kambing yang masih berada di kandang peternak. namun,
berdasarkan pengalaman saya,beberapa kambing etawa yang di pasar biasanya
tidak dapat dipertanggung jawabkan silsilah serta mutunya ,dan Jarang ada
peterna membawa kambing etawa yang berkelas itu ke pasar kambing.
Untuk lebih amannya, saya sarankan apabila calon peternak
ingin membeli kambing untuk diternakan, sebaiknya datang ke peternaknya
langsung. Hal ini akan membuat kita lebih jelas untuk mengamati dan bertanya
tentang metode perawatan serta kebiasaan perawatan ternak.
KANDANG
Dalam melakukan kegiatan beternak kambing etawa tentu akan
muncul persoalan tempat memeliharanya , yaitu kandang kambing.
Sebenarnya kandang kambing etawa secara umum memiliki fungsi
yang serupa dengan rumah atau merupakan tempat untuk tinggal bagi ternak
, jadi bayangkan saja ketika kita menjadi kambing ( hahaha ) tentu kita harus
memiliki keseriusan dan ketelitian agar kandang tersebut menjadi nyaman bagi
kambing yang akan tinggal di dalamnya.
Pada perinsipnya membangun kandang etawa adalah memiliki
tujuan agar kambing etawa nyaman dan bisa bereproduksi secara normal.
dalam membangun kandang kambing etawa hendaknya
memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Kandang Kambing adalah tempat aktifitas kambing ,seperti
makan ,tidur,kencing,minum dan lain sebagainya.
2. Kandang kambing sebagai tempat berlindung dari panas ,
hujan,dan terpaan angin.
3. Kandang kambing sebagai tempat berlindung dari pemangsa
atau hewan penggangu lainya
4. kandang kambing sebagai pencegah liarnya kambing etawa
,atau menghindarkan kambing untuk memakan dan merusak tanaman lain.
5. Kandang kambing sebagai tempat penjagaan dan pengawasan
ternak
Membangun kandang kambing etawa memang agak lain dengan
membangun kandang ternak seperti sapi atau kambing domba ,karena ke unikan
kambing etawa ini terlahir dari sebuah kebiasaan masyarakat di sekitar ternak
itu berasal dari Kec Kaligesing Kab Purworejo.
Tentu melalui proses perkembangan serta uji kelayakan di
lapangan yang cukup lama dan panjang yang dilakukan para peternak di desa kami
hingga kini melahirkan desain yang di sepakati oleh sebagian besar peternak di
lingkungan saya.
Kandang Kambing Etawa biasanya di buat berpanggung dengan
tujuan air kencing dan kotoran bisa jatuh ke bawah melalui sela lantai panggung
( tataban ) karena kotoran dan air kencing akan menganggu kesehatan
ternak jikala bersentuhan langsung dengan kaki kambing.
Lantai bawah panggung biasanya juga merupakan tempat
mengumpulkan kotoran kambing yang bisa di gunakan menjadi pupuk, bahkan
beberapa teman peternak yang sudah maju biasanya membuat lantai ini dengan di
semen dan dibuat kemiringan agar supaya kotoran mudah mengumpul , bahkan ada
juga yang di desain untuk mengumpulkan air kencing kambing yang juga sebagai
pupuk.
Membangun kandang kambing etawa memang sebaiknya tidak
terlalu dekat dengan pemukiman namun jikala terpaksa juga tidak terlalu riskan
karena jika kita rajin membersihkan dan dengan sanitasi kandang yang baik tidak
menimbulkan bau yang menganggu, kebanyakan peternak di lingkungan saya juga
membangun tidak jauh dari rumah, namun jikala anda membangun dengan tujuan
untuk memelihara dalam jumlah banyak tentu harus di perhitungkan lebih matang.
Untuk skala pemeliharaan dalam jumlah kecil di bawah sepuluh
ekor tentu sangat sederhana dan murah ,karena pada perinsipnya se ekor kambing
membutuhkan luas 1,5 m untuk ruang geraknya .
Membangun kandang etawa memang harus di batasi, tentu agar
membatasi ruang gerak yang berlebihan ,karena jika berlebihan gerak kambing
jenis ini akan lama perkembangannya.
Kenapa kandang etawa harus di sekat....? membuat kandang
kambing etawa memang harus di sekat antara kambing satu dengan yang lain
kambing ras etawa biasanya beradu jika di kelompokan lebih dari 2 ekor yang
tidak se induk.dan kambing ini memang harus di pisah dari pejantan ( trus kapan
kawinnya hahaha nanti kita bahas lain postingan )
Membuat kandang kambing etawa haruslah memiliki tempat yang
tidak terlalu banyak angin karena kambing jenis ini mudah kembung atau memiliki
kelemahan tidak tahan terhadap tiupan angin yang terlalu kencang namun harus
memiliki fentilasi yang cukup.
Memperhatikan hal hal tersebut Insya Allah menepis anggapan
kalo beternak etawa itu susah, bahkan tidak sedikit orang mengira bahwa kambing
jenis ini susah di pelihara di daerah datar ( atau non pegunungan ) sebenarnya hanya
karena tidak memahami kemauan dan kebiasaan kambing saja, jika kita memahami
dan mempelajari dengan seksama tentu akan mendapatkan solusi dalam beternak
kambing ini.
Beternak kambing etawa adalah sebuah Infestasi yang nyata dan
tak membutuhkan teori stastistik yang muluk muluk , jika petani dilingkungan
saya bisa tentu anda juga bisa.....
PAKAN DAN CARA
PEMBERIAN
Kali ini saya akan melanjutkan tulisan saya mengenai Kambing
Etawa dan tata cara berternak kambing etawa pada bagian yang terdahulu saya
telah menyampaikan beberapa uraian tentang pendahuluan cara pemilihan bibit
kambing etawa, sebelum saya menceritakan penjualan atau harga kambing Ras Etawa
yang mencapai puluhan juta saya akan menyampaikan macam macam makanan ternak
kambing etawa
MAKANAN
Untuk hal ini kalau di paparkan secara rinci munkin butuh
waktu lebih dalam waktu sehari namun saya akan menyampaikan uraian singkatnya
pada dasarnya Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi
ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan
mineral,( bila di pelajari secara runtut menurut disiplin ilmu peternakan )
mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh.
Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan
makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa,
vitamin dan mineral).
Untuk jenis HMT ( hijauan makanan ternak ) dapat saya sebutkan berdasar pengalaman para peternak yang telah memelihara kambing jenis etawa dan berdasar para nara sumber yang berdasar para petani banyak sekali macam untuk HMT beberapa jenis akan saya sebutkan :
- Kaliandra
- Dadap
- Glagahan
- Rumput Gajah
- Daun Nangka
- Daun Singkong ( beserta singkongnya )
- Daun Ketul sapi
- Jagung Muda beserta pohonnya
- Daun Sengon ,Mahoni
- Daun Waru Rengis
- Daun rereside.
Kemudian untuk beberapa makanan tambahan seperti :
Polar,Bungkil,Gula Jawa,Singkong ,Buah nangka (hijau)kulit kedelai.dll
Cara pemberiannya :
1. Diberikan
2 kali sehari (pagi dan sore),sedang untuk volume kira kira berat rumput
10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per
ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
2. Untuk
kambing bunting, induk menyusui, dan pejantan yang sering dikawinkan perlu
ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1
kg/ekor/hari.
Bila mungkin anda belum tertarik dan jika anda butuh bukti
kami menunggu kedatangan anda bertandang di wilayah kami anda akan tergiur
mendengar harga kambing betina umur 4 bulan sudah mencapai harga diatas 4 juta
dan mungkin anda akan lebih tercengang bila menyaksikan kisaran harga kambing
ada yang pernah senilai mobil toyota avansa baru mungkin anda sangat di buat
heran tapi datanglah dan saksikan transaksinya di pasar kambing etawa di tanah
kelahiran saya setiap hari sabtu .........
jadi berbagilah kepada insan petani kita nggak bakalan
miskin
PERSALINAN
KAMBING ETAWA
Dalam proses reproduksi dan kelahiran kambing jenis peranakan
etawa memang agak berbeda dengan jenis kambing yang lain , dimana kambing jenis
etawa ini memang membutuhkan perawatan bantuan saat melahirkan,tidak seperti
kambing kambing jenis lainya yang lahir dengan sendiri tanpa memerlukan bantuan
dari manusia.
Kambing Etawa pada saat melahirkan membutuhkan perawatan yang
lumayan rumit , peternak kambing etawa rata rata memiliki keahlian sendiri
dalam merawat cempe saat lahir ,
Pada umumnya perawatan persalinan kambing etawa di lakukan
secara tradisional , para peternak biasanya sudah menghitung dan memperkirakan
tanggal kelahiran,agar saat lahir peternak bisa memberikan persalinan kambing
etawa.
Yang pertama biasanya peternak akan memisahkan dan meletakan
kambing yang siap beranak pada tempat diluar kandang panggung (biasanya di
turunkan ke tanah) sesaat sebelum melahirkan.
Setelah sesaat kambing hendak melahirkan biasanya kambing
sudah mulai enggan berdiri dan kemudian biasanya kemaluan basah dan air ketuban
keluar .
Saat anak kambing etawa keluar yang harus pertama di lakukan
adalah membebaskan anak kambing etawa dari lendir yang biasanya menutup seluruh
tubuhnya termasuk pada kepala kambing yang menghalangi kambing untuk bernafas,
dan memutuskan tali pusat kambing yang terhubung dengan plasenta ,pada umumnya
kambing etawa melahirkan dua anak dalam sekali kelahiran (kembar) dengan jeda
waktu kelahiran rata rata antara 10 menit sampai 30 menit tapi juga ada yang
dalam hitungan beberapa detik disusul kelahiran kedua.
Setelah anak kambing di bersihkan dan di jauhkan dari inuknya
untuk sesaat , pada induk yang sayang terhadap anaknya biasanya akan menjilati
anak kambing etawa tersebut.
Sesaat kira kira 15 menit setelah itu adalah membati
menyusukan anak kambing ke induknya ,karena anak kambing etawa belum bisa
berdiri dan menyusu sendiri ,pada jam jam pertama setelah lahir ,yang perlu di
perhatikan adalah menyusukan saat kolesterum pertama harus di bagikan kedua
anakan kambing tersebut.
nah sekilas pengalaman ini mudah mudahan berarti untuk
tutorial selengkapnya akan saya terbitkan di postingan berikutnya.
SUSU KAMBING
ETAWA
Pada umumnya susu kambing etawa dijual dalam bentuk segar,
namun sebenarnyas usu kambing etawa juga dapat diolah menjadi produk lain
seperti yogurt, keju, karamel . di Kec Kaligesing Kab
Purworejo sudah ada beberapa pengusaha yang menajadi pionir dalam pengolahan susu Kambing Etawa ini ,walaupun belum dalam sekala yang besar , dan
pada umumnya masyarakat di lingkungan ternak kambing ini berasal memang belum
mengoptimalkan hasil produksi susu kambing etawa ini,Kebanyakan para peternak
masih mengarah pada pembibitan kambing etawa atau sebagai penghasil bibit
kambing .belum mengarah pada prospek bisnis kambing etawa yang
lain
Sebenarnya jika kita perhatikan dan memiliki pengetahuan
dasar yang kadang di berikan para pakar peternakan dan para peneliti yang
berkunjung di daerah ini menunjang sekali untuk lebih instensif mengolah hasil
susu kambing etawa ini ,sebab menurut para ahli menerangkan bahwa susu
kambing etawa ini memiliki kesetaraan paling dekat dengan ASI
Butiran lemak susu kambing etawa berukuran
antara 1-10 milimikron sama dengan susu sapi, tetapi jumlah butiran lemak yang
berdiameter kecil dan homogen lebih banyak terdapat pada susu kambing sehingga
susu kambing lebih mudah dicerna alat pencernaan manusia, susu kambing etawa
tidak akan menimbulkan diare pada orang yang mengkonsumsinya.
Susu kambing segar etawa ini juga
tidak memiliki kandungan karoten, sehingga warna susu kambing lebih putih
daripada susu sapi.,sedangkan menurut para ahli kesehatan ,susu kambing atawa
ini memiliki kasiat antara lain sebagai berikut
Terapi untuk penyakit TBC,Mampu mengontrol kadar
kolesterol dalam darah,Meningkatkan kesehatan kulit wajah,Membantu memulihkan
kondisi orang yang baru sembuh dari sakit,Kandungan gizi susu kambing dapat
meningkatkan pertumbuhan bayi dan anak-anak serta membantu keseimbangan proses
metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembentukan
sel darah merah dan jaringan tubuh. untuk mengembalikan zat besi setelah haid,
kekurangan darah (anemia), kehamilan serta pendarahan setelah melahirkan.
Kandungan mineralnya memperlambat proses osteoporosis.
Nah ini hanya sebagian kecil dari manfaat susu kambing etawa
sedangakan manfaat yang lain memang masih terus di kembangkan oleh para ahli
kesehatan yang juga berdasar pada teori dan pengalaman
PERAWATAN ANAK
KAMBING
Usia kehamilan Kambing Etawa biasanya berkisar antara 150
hari, kemudian biasanya anak kambing etawa atau biasa disebut cempe akan
lahir.Saat kelahiran Kambing Etawa memang memerlukan perawatan dan penanganan
lumayan serius agar cempe bisa selamat .
Apabila hari perkiraan kelahiran kambing etawa sudah dekat,
ada beberapa hal yang harus dipersiapkan,antara lain adalah ,handuk/kain
kering, betadine, kelapa muda, telur ayam kampung, madu
Sedangkan HPL (hari perkiraan lahir) kambing etawa biasanya
dihitung 150 hari setelah kambing itu dikawinkan.sedangkan factor kesalahan
biasanya tidak akan lebih dari 2-3 hari. Bisa maju 2-3 hari atau bisa mundur
2-3 hari.
Kambing Etawa yang akan melahirkan lebih baik di pisahkan
dengan kambing yang lain hal ini bertujuan untuk menghindarkan agar anak
yang akan lahir nanti tidak terinjak oleh kambing yang lain .
Sesaat setelah anak kambing etawa lahir, kemudian segera
diangkat dan disisihkan dari induknya.hal ini bertujuan untuk menghindari cempe
terinjak atau tertindih oleh induk sendiri, karena induk yang melahirkan kadang
suka berjalan,Anak kambing etawa atau cempe yang baru lahir kondisinya sangat
rawan dan lemah,
Anak kambing etawa yang baru lahir kemudian di
bersihkan dengan kain kering atau handuk, terutama pada bagian muka/hidung,
karena anak kambing yang baru saja keluar biasanya hidungnya terganggu/tertutup
oleh lendir, yang bisa menganggu atau mempersulit anak kambing untuk bernafas.
Anak kambing etawa yang sudah kering, biasanya kemudian
disiram dengan air kelapa muda., dengan tujuan agar bersih dari kotoran dan
agar induknya bersemangat untuk menjilati anak yang baru lahir ,
Waktu normal yang dibutuhka untuk berdiri cempe biasanya
tidak lebih dari 2 jam. Anak kambing etawa bisanya memiliki waktu normal
sekitar 2 jam untuk bisa berdiri sendiri
Biasanya cempe pada awal-awal menyusui akan merasa kesulitan
dalam mencari putting susu induk hal ini mengharuskan kita membantu anak
kambing tersebut menyusu ke induknya, pada umum nya memerlukan waktu selama 3
hari untuk anak kambing etawa untuk benar-benar bisa berdiri sendiri
dengan tegak dan menyusu pada induknya.
Setelah anak kambing bener-benar kuat, biarkan selama 24 jam
dalam seminggu dicampur cempe dengan induk, agar masa susu kolostrum induk
benar-benar habis. Kalau susu kolostrum pada induk sudah habis, setelah itu
anak kambing etawa di pisahkan kembali dengan induk agar anak kambing etawa
hanya menyusu induknya 2 kali sehari hal ini bertujuan saat anak kambing etawa akan
menyusu ke induk, posisi ambing sudah benar-benar penuh dan anak kambing
etawa akan minum susu induknya sampai benar-benar kenyang
Nah ini adalah perawatan awal untuk anak kambing etawa yang
baru lahir
Analisa
Hasil Usaha
1. Masa produktif kambing betina dan pejantan adalah 5
tahun. Pembelian kambing etawa adalah kambing yang tergolong dara atau kambing
yang siap untuk beranak. Jadi waktu penantian peternak tidak terlalu lama.
2. Waktu pemeliharaan adalah 5 tahun.
3. Upah tenaga kerja atau gaji berdasar hitungan apabila
kita membeli pakan ternak
4. Induk dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun. Dan dalam
sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor
per kelahiran diabaikan.
5. Jumlah cempe yang akan di hasilkan selama 5 tahun adalah
: 15 ekor x 22 induk = 330 ekor cempe.
6. Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian
maksimal adalah sebanyak 33 ekor.
7. 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan menghasilkan 7,5
kg pupuk kandang per bulan. Kotoran dari cempe di kesampingkan. Asumsi harga
pupuk kandang di pasaran jogjakarta Rp. 200/kg.
8. 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat
menghasilkan urine sebanyak 30 liter per bulan, dengan asumsi harga urine di
pasaran Rp.1500/liter.
9. Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart yang
terjadi di pasaran kaligesing, Jogjakarta. Harga cempe kepala hitam istimewa
dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam
perhitungan ini. Harga patokan di ambil kisaran bulan juli 2007.
10. Hasil analisa ini masih belum memperhitungkan hasil
penjualan susu pada saat induk kambing etawa bisa di perah selama masa menyusui
.
Analisa ini hanya berdasar pengalaman yang saya terapkan
dilingkungan peternak Desa Donorejo ,Kec Kaligesing,Kab Purworejo
A. INVESTASI TETAP
# Kambing betina 22 ekor @ Rp. 4.000.000
22 ekor x Rp. 4.000.000
= Rp. 88.000.000
# Kambing jantan 2 ekor @ Rp. 3.500.000
2 ekor x Rp. 3.500.000
= Rp. 7.000.000
# Kandang 4 unit @ Rp. 5.000.000
4 unit x Rp. 5.000.000
= Rp. 20.000.000
# Peralatan kandang Rp. 500.000
Total investasi tetap:
Rp. 88.000.000 + Rp. 7.000.000 + Rp. 20.000.000 + Rp.
500.000
= Rp. 115.500.000
B. BIAYA PRODUKSI
# Biaya pemeliharaan kambing induk (24 ekor)
- Gaji karyawan
Rp. 1.400.000 : 30 hari 24 ekor
= Rp. 2000/ekor/hari
Total biaya pemeliharaan induk per 5 tahun adalah
Rp. 2.000 x 5 tahun x 12 bulan x 24 ekor x 30 hari
= Rp. 86.400.000
C. PROYEKSI PENDAPATAN
# Penjualan cempe
300 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 450.000.000
# Penjualan induk afkir
24 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 36.000.000
# Penjualan pupuk kandang
7,5 kg x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 200 x 24 ekor
= Rp. 2.160.000
# Penjualan urine
30 liter x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 1500 x 24 ekor
= Rp. 64.800.000
D. REKAPITULASI PENDAPATAN
1. Biaya-biaya:
- Biaya investasi Rp. 115.500.000
- Biaya pemeliharaan selama 5 tahun Rp. 86.400.000
Tatal biaya Rp. 201.900.000
2. Pendapatan;
- Penjualan cempe Rp. 450.000.000
- Penjualan induk afkir Rp. 36.000.000
- Penjualan pupuk kandang Rp. 2.160.000
- Penjalan urine Rp. 64.800.000
Total pendapatan Rp. 552.960.000
Keuntungan yang bisa diperoleh adalah sbb:
Rp. 552.960.000 - Rp. 201.900.000
= Rp. 351.060.000
Penghasilan per bulan
Rp. 351.060.000: 5 tahun : 12 bulan
= Rp. 5.851.000
Dengan 22 ekor betina kita per bulan mendapatkan penghasilan
sebesar Rp. 6.211.00 Estimasi keuntungan tersebut belum termasuk kalau hasil
cempe yang di keluarkan berkualitas super. Karena pada dasarnya harga cempe
yang bener-bener super itu tidak ada batasannya. sebagai gambaran, penulis
pernah menjual cempe jantan umur 3 bulan dengan harga 7,5 juta seekor.
Dan estimasi ini termasuk kalo kita asumsikan membeli pakan
sendiri satu ekor kambing dengan harga Rp 1,500/ ekor perhari walaupun pada
kenyataanya saya sendiri untuk biaya pakan ternak hanya membutuhkan uang Rp
20.000.jadi barometer penghasilan tersebut di atas adalah harga yang paling
bawah (rp.1,5jt)
GBI Nglegok - Blitar : BETERNAK KAMBING ETAWA (BE)
Peningkatan Daya Saing Persusuan Nasional Melalui Revolusi Putih
Oleh : Teguh Boediyana
- Usaha peternakan sapi perah khususnya dan persusuan nasional umumnya tidaklah dapat diabaikan perannya dalam kehidupan bangsa Indonesia, karena mempunyai dimensi yang cukup luas. Pada satu sisi, usaha peternakan sapi perah dan persusuan nasional dapat merupakan salah satu sarana untuk mencegah terjadinya lost generation dari bangsa kita (khususnya bagi generasi muda) akibat kekurangan asupan protein. Sangat memprihatinkan bahwa berdasarkan data UNDP, setelah diukur dengan HDI, bangsa Indonesia menduduki peringkat ke 110 dan berada di bawah Vietnam. Pada sisi lain usaha peternakan sapi perah merupakan salah satu usaha di bidang pertanian yang besar perannya dalam menopang perekonomian nasional dan sebagai penyedia lapangan kerja.
- Beberapa kondisi faktual yang berkaitan dengan peternakan sapi perah di tanah air kita antara lain :
- Susu segar dihasilkan para peternak sapi perah di sentra-sentra produksi seperti di Jawa Timur (Pasuruan, Malang, Blitar, Mojokerto, Probolinggo, Kediri, dsb), Jawa Tengah (Boyolali, Klaten, Salatiga, Purwokerto), Jogjakarta, Jawa Barat (Kabupaten Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Sumedang, dsb) dan DKI Jakarta. Secara keseluruhan produksi susu segar dari sentra produksi tersebut sekitar 1,2 juta liter/hari senilai sekitar Rp. 3 Milyar/hari atau sekitar Rp. 1,1 Triliun per tahun. Dengan adanya putaran uang sebesar tersebut telah mampu menggerakkan perekonomian di pedesaan di sentra produksi dan sekitarnya termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.
- Terdapat sekitar 300.000 sapi perah (yang diyakini memiliki potensi genetik yang cukup bagus) yang dipelihara oleh sekitar 100 ribu peternak sapi perah dengan tingkat pemilikan sapi perah sekitar rata-rata 2 – 4 ekor yang tersebar di sentra produksi tersebut diatas.
- Susu segar yang dihasilkan para peternak hampir 95 % dipasarkan ke Industri Pengolahan Susu dan digunakan sebagai bahan baku industri mereka. IPS yang membeli susu segar sebagai bahan baku antara lain : P.T Nestle dan P.T Green Field di Jawa Timur (menyerap sekitar 550 ton/hari), dan P.T Frieshe Vlag Indonesia, P.T Indomilk, P.T Ultra Jaya, P.T Indolakto,. P.T Sari Husada, yang menyerap sekitar 500 ton per hari.
- Setelah ditandatanganinya LOI antara IMF dan Pemerintah Indonesia , maka kebijakan proteksi penyerapan susu segar oleh IPS dan perlindungan harga dihapuskan. Dengan demikian sekarang ini pemasaran susu ke IPS tanpa perlindungan peraturan perundangan dan menempatkan peternak sapi ataupun koperasi pada posisi tawar yang lemah. Dari segi ini saat ini peternak menerima pembayaran susu yang tidak seimbang dengan biaya produksi. Faktor inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya kondisi stagnant produksi susu segar dalam negeri karena iklimnya kurang kondusif bagi peternak. Sebelum bulan Mei 2007, peternak hanya menerima sekitar Rp. 1600,-/liter – Rp. 1.700,- dengan kualitas standard 12 % Total Solid ). Padahal harga susu setara 1 liter susu segar dipasar mencapai angka diatas Rp. 7.000,- (antara Rp. 7.000 - Rp. 15.000). Tiga bulan terakhir ini terdapat kenaikan harga jual susu segar. Dengan kualitas 12,5 % TS dan TPC dibawah 1 juta, di Jawa Timur harga Rp 2700, sedangkan di Jawa Barat harga sekitar Rp. 3100,-
- Produksi susu segar dalam negeri diperkirakan andil sekitar 25 % dari kebutuhan susu nasional (dengan tingkat konsumsi sekitar 6 liter/kapita/ tahun). Dengan demikian, kebutuhan susu nasional sebagian terbesar masih dipenuhi dari susu impor baik sebagai bahan baku ataupun sebagai produk olahan (finished products).
3. Kondisi faktual ditinjau dari aspek konsumsi susu bangsa Indonesia yang menjadi kunci dalam pemasaran susu yang dihasilkan para peternak adalah sebagai beikut :
- Berdasarkan data yang ada di BPS yang bersumber dari Departemen Pertanian, saat ini konsumsi susu per akpita bangsa Indonesia masih sekitar 6 Liter/kapita/tahun. Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan negara kita seperti Malaysia yang sudah mencapai diatas 20 Liter/tahun, India sekitar 45 liter (target 88 liter per kapita/tahun ), Vietnam diatas 10 liter. Terlebih negara maju yang umumnya diatas 100 liter/kapita per tahun. Dengan data angka ini menunjukkan betapa rendahnya konsumsi protein hewani yang berasal dari susu dari bangsa kita.
- Disamping masih rendahnya angka konsumsi per kapita/tahun, apabila ditelusuri ternyata bahwa hampir 80 persen susu yang dipasok (sekitar setara 4 juta liter setara susu segar per hari) dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan khususnya masyarakat menengah ke atas. Dengan demikian terjadi kesenjangan yang sangat besar antara masyarakat kota dan pedesaan serta tingkat pendapatan rendah dan tinggi. Apabila dikaji lebih mendalam, konsumsi riil susu dari keluarga yang mampu mungkin di atas 50 liter/kapita/tahun.
- Dapat dipahami apabila masyarakat bawah tidak mampu membeli susu yang umumnya berasal dari Industri Pengolahan Susu berupa berbagai produk susu seperti susu cair sterilisasi, susu bubuk, susu kental manis dsb karena harganya yang sangat tinggi. Rata-rata harga susu di pasaran per liter setara susu segar adalah diatas Rp. 8.000,- Untuk susu cair steril harga setara susu segar saat ini mencapai sekitar Rp. 10.000. Bangsa kita harus menggunakan jumlah uang yang sama dengan bangsa lain di negara maju untuk mengkonsumsi 1 (satu) liter susu. Padahal tingkat pendapatan sangat jauh berbeda. Oleh karena itu, dipastikan bahwa yang mampu mengkonsumsi susu di negara kita adalah masyarakat berpendapatan tinggi.
4. Kondisi faktual lain berkaitan dengan usaha sapi perah di tanah air adalah keberadaan badan usaha koperasi yang menjadi wadah dari peternak sapi perah. Beberapa catatan tentang koperasi susu yang ada adalah sebagai beikut :
- Terdapat sekitar 90 koperasi susu primer yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Selain koperasi primer (dimana beranggotakan para peternak), terdapat koperasi sekunder di masing-masing propinsi, dan 1 (satu) Koperasi sekunder tingkat nasional.
- Fungsi utama koperasi susu adalah melayani anggota dalam mengembangkan usaha peternakan sapi perah. Pelayanan yang diberikan koperasi antara lain penyediaan pakan sapi, pelayanan kesehatan dan reproduksi sapi, pemasaran. Untuk kegiatan pemasaran inilah yang sebagaim kunci peran koperasi karena susu yang mudah rudak. Koperasi susu umumnya telah memiliki peralatan untuk pengawetan susu berupa cooling unit, tanki susu, sarana penampungan susu dsb yang keseluruhannya membutuhkan perawatan khusus dan teknologi.
- Dari koperasi yang ada, sebagian telah memiliki mesin untuk memproses susu menjadi susu pasteurisasi, susu cair steril, yoghurt. Di Jawa Timur dan Jawa Barat sebagian kecil koperasi primer memproses susu pasteurisasi dan dipasarkan langsung ke konsumen. Sedangkan koperasi sekundernya yaitu GKSI dan PKIS telah memiliki processing plant untuk memproduksi susu kental manis, susu cair steril, yoghurt.
5. Peran Pemerintah dalam pengembangan usaha peternakan sapi perah rakyat sebenarnya sangatlah besar. Namun demikian berdasarkan pengamatan selama ini diperoleh suatu indikasi sebagai berikut :
- Sejak adanya LOI IMF di akhir tahun 1997, perhatian pemerintah terhadap peternakan sapi perah sangat kurang. Padahal di sisi lain , peran pemerintah sangat dibutuhkan khususnya dari aspek teknis untuk meningkatkan produktivitas usaha peternakan sapi perah antara lain untuk mengurangi akibat penyakit mastitis, brucelossis, dsb.
- Pemerintah tetap merupakan suatu modal yang sangat besar untuk mendukung terwujudnya iklim yang kondusif bagi usaha peternakan sapi perah karena melalui Pemerintah inilah dimungkinkan fasilitas, anggaran, serta berbagai dukungan lainnya. Dalam konteks ini , pemerintah tidak hanya Departemen Pertanian tetapi juga Departemen atau kementrian atau Lembaga Non Departemen , yang dapat menjadi penyangga program. Misal Departemen Dalam Negeri dalam rangka pemanfaatan dana makanan ekstra untuk anak sekolah, Departemen Pendidikan dalam hal yang sama dan penyuluhan ke sekolah-sekolah tentang pentingnya minum susu, Departemen Perindustrian membantu dalam penyediaan fasilitas untuk prosesing susu dan sarana pemasarannya dsb.
6. Kita masih melihat bahwa peluang usaha peternakan sapi perah di dalam negeri sangat prospektif dengan beberapa indikator :
- Saat ini dengan kemampuan pasok susu segar hanya 25 % dari kebutuhan susu nasional. Ini mengindikasikan bahwa terdapat suatu peluang yang sangat besar untuk mengembangkan usaha peternakan sapi perah baik di sentra produksi yang telah ada maupun di daerah lain yang potensial untuk dikembangkan. Diyakini bahwa tingkat kebutuhan susu nasional akan terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk dan meningkatnya kesadaran gizi masyarakat. Ini berarti terdapat peluang usaha yang besar.
- Suatu kenyataan bahwa harga susu segar sebagai bahan baku IPS di dalam negeri jauh lebih murah dibandingkan dengan harga bahan baku susu impor setara susu segar. Saat ini harga bahan baku susu impor setara 1 (satu) liter susu segar adalah sekitar Rp.4000 - Rp. 4500 Sedangkan peternak dengan tingkat harga Rp. 3000,-/liter sudah memperoleh marjin yang cukup untuk kehidupan mereka. Adanya disparitas harga tersebut mengindikasikan bahwa peluang pengembangan usaha dalam peternakan sapi perah sangat besar dan terdapat daya saing yang cukup besar. Terlebih apabila subsidi pertanian di negara maju dihapuskan. Ini akan mengarah semakin tingginya harga susu impor.
- Kenaikan harga susu secara drastis di pasar dunia pada 6 bulan terakhir selaras dengan semakin meningkatnya permintaan akan semakin memperkuat daya saing susu segar dalam negeri. Data terakhir menunjukkan bahwa harga susu bubuk fullcream mencapai harga sekitar US $ 4025/Ton.
- Sumberdaya alam Indonesia sebagai penyedia bahan pakan sapi perah sangat besar. Hasil sisa pertanian baik dari pertanian tradisionil maupun perkebunan besar merupakan sumber pakan yang sangat potensial bagi usaha peternakan sapi perah rakyat. Sangat terbuka peluang areal tanah yang luas di luar Jawa sebagai penyedia pakan hijauan untyuk memenuhi kebutuhan di sentra produksi susu di Jawa.
- Program dan anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk tambahan kualitas makanan untuk murid Sekolah Dasar sebagai suatu peluang yang besar untuk memacu program pemasaran bagi susu segar yang dihasilkan peternak sapi perah.
- Pasar susu bagi masyarkat menengah ke bawah masih sangat potensial dan samasekali belum digarap secara intensif. Dalam rangka mencegah terjadinya lost generation dari bangsa kita dapat dilakukan..
7. Sampai saat ini kita melihat bahwa usaha peternakan sapi perah rakyat dapat dikatakan stagnan yang terlihat bahwa selama sepuluh tahun terakhir ini produksi susu segar relatif stabil dalam kisaran sekitar 1, 2 juta liter per hari. Pada sisi lain kita melihat bahwa peluang untuk pengembangan usaha sapi perah sangat besar. Adanya pemodal besar yang mengembangkan usaha sapi eprah dalam skala besar menunjukkan bahwa sebenarnya usaha sapi perah prospektif. Terdapat beberapa sebab mengapa terjadi kondisi yang stagnan dalam produksi susu segar yang dihasilkan para peternak sapi perah antara lain :
- Tidak efisiennya usaha peternakan sapi perah rakyat. Faktor utama inefisiensi adalah skala pemilikan sapi perah yang terlalu kecil sehingga usaha sapi perah lebih banyak sebagai usaha sambilan dan bukan sebagai kegiatan utama dimana peternak dapat konsentrasi pada usaha tersebut.
- Tingkat harga susu segar di tingkat peternak yang tidak seimbang dengan biaya produksi karena naiknya harga bahan baku pakan ternak yang tidak seimbang dengan kenaikan harga jual susu. Tidak adanya faktor insentif dan ditambah dengan skala pemilikan yang masih sangat rendah maka permasalahan semakin komplek yang bermuara peternak sapi perah tidak dapat menghasilkan susu yang berkualitas.
- Suatu kenyataan bahwa belum seluruh peternak sapi perah menyadari pentingnya menjaga kebersihan dalam menangani susu mulai dari proses pemerahan sapi. Sebagai akibat kurangnya kesadaran tentang milk hygiene ini maka kandungan bakteri dalam susu sangat tinggi. Ini berpengaruh terhadap kualitas susu dan harga susu yang diterima. Dalam hal ini Propinsi Jawa Timur telah maju beberapa langkah sehingga sebagian terbesar susu segar yang dihasilkan telah memiliki kualitas yang tinggi termasuk TPC yang umumnya dibawah 1 juta/ml.
- Semakin terbatasnya akses untuk memperoleh sumber pendanaan dengan tingkat bunga yang rendah untuk mengmbangkan usaha. Peternak tidak akan mampu menggunakan dana bank dengan ketentuan yang berlaku sekarang ini guna pengembangan usaha. Selain terkendala faktor kolateral, peternak umumnya juga terkendala pada aspek tingginya suku bunga dan kebijakan uang ketat dari bank yang ada.
8. Didasarkan kepada dimensi persusuan nasional, dan memperhatikan berbagai kondisi faktual serta adanya peluang untuk untuk mengembangkan persusuan nasional, diperlukan langkah berani dan cepat (dalam bahasa yang retorik melakukan revolusi) dengan tujuan besar : pertama, penyediaan susu sebagai sumber protein bagi generasi muda dari kalangan masyarakat bawah untuk mencegah adanya revolusi putih. Kedua, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para peternak sapi perah. Ketiga, mengurangi ketergantungan kebutuhan susu dari susu impor.
Langkah untuk revolusi putih tersebut dilakukan dengan memberdayakan modal dasar yang telah ada. Modal dasar yang ada antara lain :
- Populasi sapi perah yang jumlahnya sekitar 300 ribu ekor dengan potensi genetik yang bagus.
- Jumlah peternak sapi perah yang berpengalaman yang jumlahnya mencapai 100 ribu orang.
- Adanya wadah bagi peternak baik yang berbentuk badan usaha koperasi ataupun kelompok peternak.
- Komitmen dan peran institusi Pemerintah untuk menjalankan peran masing-masing menunjang revolusi putih.
- Adanya peluang-peluang termasuk antara lain masih terbatasnya produksi susu segar dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan susu nasional.
9. Untuk mewujudkan revolusi tersebut, pendekatan berupa grand strategy yang perlu dilakukan adalah :
Pertama, menyamakan persepsi tentang revolusi putih dari seluruh pemangku kepentingan atas dimensi, peran, serta tujuan revolusi putih.
Kedua, gerakan revolusi putih harus menjadi suatu keputusan politik dari pemerintah (termasuk lembaga legislatif) dengan segala konsekuensinya.
Ketiga, memberdayakan secara optimal semua modal dasar untuk mewujudkan revolusi putih .
Keempat, perlu disusun suatu konsep yang komprehensif yang dapat menjadi acuan bagi pihak yang bersangkutan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.
Kelima, pemenuhan kebutuhan susu dalam rangka mencegah terjadinya lost generation di kalangan masyarakat bawah menjadi suatu prioritas.
Keenam, membangun/membentuk institusi berskala nasional yang terdiri dari berbagai unsur baik pemerintah maupun non pemerintah dan berperan dalam menyusun rancangan kebijakan dan sekaligus sebagai dirigen untuk menunjang kerberhasilan revolusi putih.
Keenam, memperjuangkan sumber pendanaan baik berupa kredit (dengan tingkat bunga yang sesuai dengan feasibilitas) dan dana penunjang lainnya sesuai dengan tahapan kebutuhan.
10. Secara lebih teknis, dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi perah, yang sebagian terbesar adalah peternak kecil dengan berbagai keterbatasan yang mereka miliki, antara lain dengan pendekatan :
Pertama, meningkatkan efisiensi usaha peternak melalui :
- Meningkatkan skala usaha peternakan sapi perah yang mereka miliki pada tingkat ideal sebagai suatu usaha keluarga dan dapat menjadi sumber pendapatan.
- Meningkatkan kemampuan teknis para peternak agar potensi genetis yang ada dalam sapi yang mereka miliki dapat dioptimalisasi.
Kedua, mendorong peternak sapi perah untuk melakukan sinergi dalam organisasi yang mempunyai legitimasi yang kuat untuk mengembangkan usaha.
Ketiga, mengoptimalkan wadah koperasi susu yang sudah ada dimana peternak berada, baik koperasi primer maupun sekunder, antara lain :
- Melakukan efisiensi secara optimal dan membangun unggulan di setiap segmen kegiatan agribisnis sapi perah.Termasuk dalam hal ini dalam melakukan diversifikasi usaha dengan mengupayakan adanya nilai tambah atas susu segar yang dihasilkan anggotanya antara lain dengan pemasaran langsung ke konsumen dalam berbagai bentuk produk susu seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dsb. (kita melihat hal ini sudah banyak dilakukan tetapi belum pada tingkat maksimal).
- Maksimalisasi efisiensi dalam segala bentuk pelayanan kepada anggota baik dalam rangka peningkatan produksi, pemasaran susu , peningkatan kualitas susu maupun pelayanan penunjang lainnya sepeti produksi pakan, pelayanan insmeinasi buatan, dsb.
- Perjuangan untuk melakukan pendekatan dengan IPS sebagai pasar utama agar selalu dilakukan penyesuaian harga susu selaras dengan perkembangan harga pasar, dan tercipta suatu kemitraan yang benar-benar saling menguntungkan dan membutuhkan.
- Penyediaan complete feed yang berkualitas bagi anggotanya secara kontinyu sebagai salah satu kegiatan di segmen penyediaan farm input.
Keempat, mendorong dan memberikan ketrampilan peternak untuk memanfaatkan berbagai peluang yang timbul dari usaha peternakan yang mereka miliki antara lain :
11. Secara garis besar model pengembangan usaha agribisnis sapi perah untuk meningkatkan pendapatan peternak bertumpu pada unsur : Pertama, efisiensi di setiap segmen kegiatan agribisnis (hulu, penyediaan farm input sampai dengan pengolahan/pemasaran ). Kedua, membangun unggulan pada setiap kegiatan di setiap segmen agribisnis. Ketiga, adanya sinergi melalui suatu institusi yang memiliki legalitas yang jelas dalam menjalankan aktivitasnya.
- Memproduksi pupuk kandang berkualitas dengan penggunaan bioteknologi.
- Mengembangkan usaha pemeliharaan pedet secara lebih baik dalam rangka penyiapan induk-induk pengganti.
- Melakukan pemasaran ke konsumen langsung dengan membangun kepercayaan konsumen.
12. Dalam konteks mengembangkan usaha peternakan sapi perah rakyat dan mengatasi permasalahan yang mereka hadapi tampaknya belum dapat sepenuhnya diserahkan kepada kemampuan mereka sendiri. Masih dibutuhkan peran dari pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk memikirkan para peternak sapi perah agar mereka dapat hidup secara lebih layak melalui usaha yang mereka tekuni. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendorong usaha peternakan sapi perah rakyat oleh Pemerintah antara lain adalah :
- Berbagai institusi yang terkait di pemerintah harus memiliki persepsi yang sama tentang peran dan pentingnya pengembangan peternakan sapi perah rakyat di tanah air ini antara lain sebagai instrumen untuk penyediaan lapangan kerja, mengurangi impor susu, mencerdaskan anak bangsa, dsb.
- Pemerintah harus secara konsekuen mengalokasikan dana yang cukup agar peternak dapat memperoleh kesempatan meningkatkan skala pemilikan sapi mereka. Subsidi bunga dapat menjadi salah satu alternatif.
- Pemerintah harus secara terus menerus dan intensif melakukan program untuk mendorong kesadaran minum susu segar.
- Pemerintah perlu meningkatkan pelayanan teknis terutama pelayanan untuk mengatasi masalah penyakit mastitis dan penyakit hewan lainnya.
- Pemerintah perlu melakukan upaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah di tanah air baik dengan potensi populasi yang ada ataupun dengan impor bibit sapi.
- Membantu organisasi koperasi atau kelompok tani dalam penyediaan peralatan yang dapat membantu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas susu antara lain mesin pemerah susu yang portable, peralatan penanganan susu dan peralatan untuk pendinginan susu. Untuk mengurangi jumlah bakteri dalam susu.
- Daerah luar Jawa harus mendapatkan perhatian untuk pengembangan usaha paternakan sapi perah khususnya selain dalam rangka penyediaan susu segar bagi masyarakat juga sekaligus memberdayakan potensi yang ada termasuk pemberdayaan SDM. Pola pengembangan di luar Jawa harus digunakan pendekatan secara terpadu mulai hulu sampai hilir dalam skala yang sesuai dengan perkiraan kemampuan pasar. Pada tahap awal dan jangka waktu tertentu pemerintah daerah harus mengalokasikan dana untuk menyerap susu segar yang telah diolah dan siap diminum dengan tingkat harga yang layak.
- Harus ada kesamaan tekad dan persepsi dari lembaga legislatif yang dimanifestasikan dalam dukungan dan keputusan politik. Keputusan dan dukungan politik harus tercermin dalam bentuk dukungan anggaran dalam APBN serta berbagai peraturan perundangan yang mengarah pada terciptanya iklim yang kondusif.
13. Kita yakin bahwa masa depan usaha peternakan sapi perah di tanah air akan sangat cerah. Peluang yang tersebut diatas dapat menjadi pegangan kita untuk melangkah dengan pasti menyongsong masa depan usaha peternakan sapi perah. Bahkan peluang yang ada dalam usaha peternakan sapi perah ke depan ini tidak lagi menjadi lahan bagi peternak kecil dengan skala yang kecil dan pendekatan usaha tani, tetapi akan pula dimanfaatkan pemodal besar. Oleh karena itu upaya dari semua pihak, terutama Pemerintah, untuk mendorong usaha peternakan sapi perah rakyat dalam kerangka revolusi putih ini sangat dibutuhkan.
(Catatan : Artikel ini adalah bahan paparan acara persusuan yang diselenggarakan oleh
Ditjen P2HP di Solo tgl 9 Agutus 2007. Pemakalah sebagai Sekjen PPSKI )
| No. | Institusi | Peran dan pemberdayaannya |
| 1 | Ditjen Peternakan |
|
| 2 | Ditjen BP2HP, Deptan |
|
| 3 | Departemen perindustrian |
|
| 4 | Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Dep. Perdagangan |
|
| 5 | Departemen Kesehatan |
|
| 6 | Badan POM |
|
| 7 | Kantor Meneg. Koperasi |
|
| 8 | Departemen Sosial |
|
| 9 | Departemen Pendidikan |
|
| 10 | Menko Kesra |
|
| 11 | Pemerintah Daerah |
|
| 12 | GKSI dan Koperasi primer anggotanya |
|
| 13 | Organisasi Artis (mis. Parfi) |
|
| 14 | Media Massa |
|
| 15 | Badan atau lembaga internasional (seperti WHO, Unicef, USAID, FAO, dsb.) |
|
Sumber:
Peningkatan Daya Saing Persusuan Nasional Melalui Revolusi Putih
Perencanaan Peternakan Sapi Perah
-
Merintis Usaha
-
Aspek Umum yang umumnya terdiri dari sosial, budaya, tanggapan masyarakat, dukungan pemerintah, dan lain-lain, -
Aspek Ekonomi, yaitu berkaitan dengan analisis usaha yang nantinya apakah usahanya akan menguntungkan atau sebaliknya memperoleh kerugian. Sehingga aspek ekonomi ini merupakan aspek yang vital dalam perencanaan usaha peternakan sapi perah, -
Aspek Teknis Operasional yaitu aspek yang terkait dengan teknis dan lingkungan. Tanpa adanya aspek ini, maka produksi tidak dapat dihasilkan. Untuk memperoleh usaha yang menguntungkan, maka harus dimulai dari aspek teknis yang baik dan berkualitas.
-
Rencana Kerja Usaha
-
Kandang -
Gudang -
Perumahan -
Peralatan pemerahan -
Peralatan teknis pemeliharaan
-
Sapi betina (Laktasi dan kering kandang) -
Sapi jantan -
Pedet betina -
Pedet jantan
-
Pakan (Hijauan dan konsentrat) -
Gaji karyawan -
Obat-obatan -
Penyusutan bangunan dan peralatan -
Listrik -
Penyusutan kematian ternak (sekitar 4-5 %) -
Pajak -
Biaya lain-lain.
-
Lama kebuntingan 9 bulan -
Masa kering kandang 2 bulan -
Siklus birahi 21 hari -
Lama birahi 2 sampai 3 hari -
Umur afkir induk atau pejantan 8 sampai 9 tahun -
Pedet betina diberikan susu sampai umur 4 bulan -
Pedet jantan diberikan susu sampai umur 2 bulan -
Pedet jantan dapat dijual setelah umur 1,5 sampai 2 bulan (Nugroho, 2008).
Sumber:
Usaha Sapi Perah « AGRIBISNIS PETERNAKAN
